Friday, January 30, 2026
Cuan Cepat dari Telur Puyuh: Analisis Bisnis, Modal Bibit, hingga Strategi Pakan
RILIS PERSPers Menjalankan Fungsi Kontrol Sosial terhadap ASN dan Pejabat Publik sebagai Amanat Undang-Undang
Sunat Massal RSUD Brebes 2026 Jadi Wujud Kepedulian dalam Peringatan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes
Sunat Massal RSUD Brebes 2026 Jadi Wujud Kepedulian dalam Peringatan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes
Brebes, delikjatengnews.com - 29 Januari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes menyelenggarakan kegiatan Sunat Massal sebagai bentuk kepedulian dan upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (29/1/2026) di Aula RSUD Brebes diikuti dengan antusias oleh ratusan anak dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes.
Para Pejabat Penting Hadir untuk Mendukung Kegiatan
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat terkait, antara lain:
- Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE., MM
- Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Brebes
- Pejabat Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes
- Plt. Direktur RSUD Brebes
- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes
- Ketua Panitia Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes
- Dewan Pengawas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Brebes
- Jajaran manajemen RSUD Brebes serta seluruh panitia penyelenggara
134 Anak Mengikuti Proses dengan Aman dan Nyaman
Sebanyak 134 anak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Brebes menjadi peserta dalam sunat massal kali ini. Seluruh tahapan proses dilaksanakan oleh tenaga medis dan paramedis RSUD Brebes yang berpengalaman dan profesional, sehingga menjamin pelaksanaan sesuai standar pelayanan kesehatan nasional, serta terasa aman dan nyaman bagi setiap peserta.
Sinergi Berbagai Pihak Jadi Kunci Keberhasilan
Kegiatan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Brebes, BAZNAS Kabupaten Brebes, dan semua pihak terkait yang turut mendukung. Melalui sunat massal ini, diharapkan dapat memberikan manfaat kesehatan yang nyata bagi anak-anak serta kebahagiaan bagi keluarga mereka, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran Pemerintah Kabupaten Brebes dan RSUD Brebes dalam memberikan pelayanan yang merata dan berkualitas di tengah masyarakat.
Thursday, January 29, 2026
PENETAPAN APBDES TAHUN ANGGARAN 2026 DESA PADASUGIH KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES
PENETAPAN APBDES TAHUN ANGGARAN 2026 DESA PADASUGIH KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES
Brebes,- delikjatengnews.com - Desa Padasugih, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes telah resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 pada [tanggal penetapan]. Dokumen ini menjadi landasan keuangan untuk menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat desa selama tahun depan.
APBDes 2026 Desa Padasugih disusun berdasarkan hasil musyawarah desa yang melibatkan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan masyarakat, dengan memperhatikan kebutuhan dan aspirasi lokal. Sumber pendapatan berasal dari dana desa, alokasi dana desa (ADD), bagi hasil pajak dan retribusi daerah, serta pendapatan asli desa yang diperoleh dari berbagai sektor potensi lokal.
Untuk belanja, anggaran difokuskan pada beberapa prioritas utama, antara lain:
- Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar seperti jalan desa, jembatan, dan irigasi untuk mendukung sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar warga.
- Peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan melalui bantuan bagi sekolah desa dan posyandu.
- Pengembangan ekonomi masyarakat dengan pemberian bantuan modal usaha dan pelatihan keterampilan.
- Peningkatan sarana dan prasarana keamanan serta ketertiban masyarakat.
Kepala Desa Padasugih menyampaikan bahwa penetapan APBDes 2026 ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan warga dan mempercepat pembangunan desa. Selain itu, pihaknya juga akan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan dengan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, serta akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.
Seluruh dokumen APBDes 2026 Desa Padasugih telah diumumkan secara terbuka melalui papan pengumuman desa dan dapat diakses oleh masyarakat melalui website resmi desa atau kantor desa untuk memastikan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan penggunaan anggaran desa.
Monday, January 26, 2026
Kisah Muhadi: Dari Modal Jual Perhiasan Istri Hingga Menangis di Istana Negara
Target Pendapatan Pasar Kodim Brebes 2025 Dipatok 463 Juta rupiah di Tengah Lesunya Daya Beli Bisa Mencapai 495 juta rupiah.
Sunday, January 25, 2026
Bupati Brebes Menang PTUN , Direktur LBH KAHMI Brebes mengajukan upaya hukum Banding
Thursday, January 22, 2026
Estetika Kota Tercoreng Kabel Optik, Aktivis Desak Pemda Tegas
Rilis Untuk di Publikasikan Yayasan Hans Satya Dharma di Ujung Tanduk, Dana Pembangunan dari Para Kontraktor Mangkrak Belum Dibayar
Tuesday, January 20, 2026
Edukasi Dini Penanggulangan Kebakaran, Puluhan Siswa KB Kasih Ibu 2 Pulosari Kunjungi Satpol PP
Edukasi Dini Penanggulangan Kebakaran, Puluhan Siswa KB Kasih Ibu 2 Pulosari Kunjungi Satpol PP
Brebes – delikjatengnews.com - Sebanyak 25 siswa dari Kelompok Belajar (KB) Kasih Ibu 2, Desa Pulosari, Kecamatan Brebes mengikuti kegiatan outing class yang edukatif di kantor Satpol PP setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada anak-anak mengenai bahaya kebakaran dan penanganan hewan liar.
Kepala Sekolah PAUD KB Kasih Ibu 2, Ibu Sri Nurtati, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari program luar kelas untuk memperluas wawasan siswa.
"Semuanya ada 28 anak, namun yang berangkat hari ini sekitar 25 anak. Mereka sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan ini," ujar Sri Nurtati saat ditemui di lokasi, Selasa (20/1).
Materi Penting: Dari Bahaya Api hingga Teror Ular
Dalam kunjungan tersebut, para siswa diberikan edukasi yang relevan dengan situasi sehari-hari. Materi utama meliputi:
Simulasi Pemadaman Kebakaran: Penjelasan mengenai cara mengatasi api dan langkah penyelamatan diri.
Penanganan Hewan Liar: Edukasi mengenai tindakan yang harus diambil jika menemukan ular yang masuk ke dalam lingkungan rumah.
"Kegiatannya sangat bermanfaat untuk anak-anak. Ilmu yang didapat sangat aplikatif dan penting untuk keselamatan mereka," tambah Sri.
Inisiatif Mandiri dan Tanpa Biaya
Hal yang menarik dari kunjungan ini adalah prinsip kemandirian dan transparansi biaya. Sri menegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya gratis bagi para siswa. Untuk menyiasati biaya transportasi, para guru dan wali murid berinisiatif menggunakan kendaraan pribadi.
"Siswa tidak dipungut biaya apa pun. Karena lokasinya dekat, kami naik motor sendiri-sendiri. Ada yang berboncengan bagi yang tidak membawa motor. Kami menghindari penggunaan kendaraan sewaan seperti odong-odong agar tidak membebani biaya kepada orang tua," jelasnya.
Selain itu, Sri juga mengapresiasi kemudahan akses yang diberikan oleh pihak Satpol PP. Menurutnya, tidak ada biaya administrasi yang dibebankan kepada pihak sekolah untuk mendapatkan edukasi tersebut.
"Dari pihak Satpol PP tidak ada biaya administrasi, hanya butuh surat pengantar saja dari desa sebagai prosedur formal," pungkas Sri Nurtati.
Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini, kesadaran akan keselamatan diri dapat tertanam sejak usia dini, sekaligus mempererat hubungan antara instansi pelayanan publik dengan masyarakat sekolah..
Monday, January 19, 2026
Dinas Pendidikan Brebes, " Terkait salah perhitungan PPH 21 pada jumlah guru maka kelebihannya akan dikembalikan
Dinas Pendidikan Brebes, " Terkait salah perhitungan PPH 21 pada jumlah guru maka kelebihannya akan dikembalikan
Saturday, January 17, 2026
RSUD Brebes Dinilai Abaikan Penetapan Hakim, Terdakwa Sakit Jantung Dikembalikan ke Lapas
Kegiatan Napak Tilas dan Penanaman Pohon Rayakan Hari Jadi Brebes ke-348
Thursday, January 15, 2026
PENETAPAN DAN PENGESAHAN APBDES 2026 DESA PAGEJUGAN KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES
Wednesday, January 14, 2026
Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SLB Negeri Brebes Rampung Dikerjakan Rekaman Lokal , Kekurangan Guru Masih Jadi Tantangan Utama
Warga Desa Klikiran Sepakati Pembagian Rata Bansos Beras 20 Kg untuk Pemerataan
Saturday, January 10, 2026
Mengawal Makan Bergizi Gratis: Antara Celah Tata Kelola dan Kenaikan Harga Pasar
Mengawal Makan Bergizi Gratis: Antara Celah Tata Kelola dan Kenaikan Harga Pasar
Brebes, – delikjatengnews.com - Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan pemerintah pusat mulai mendapat sorotan tajam dari para pemantau di lapangan. Meski memiliki tujuan mulia, sejumlah masalah fundamental mulai dari standar operasional, dampak ekonomi mikro, hingga transparansi data menjadi catatan merah yang perlu segera dibenahi.
Slamet Dhopir , anggota Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) wilayah Brebes mengatakan i dan timnya dikukuhkan sebagai pemantau Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) wilayah Jawa Tengah, memaparkan hasil temuannya terkait realita di lapangan, khususnya di Kabupaten Brebes.
1. Lemahnya Standarisasi dan Fleksibilitas Lapangan
Menurut Slamet, masalah utama bermula dari hulu produksi. Saat ini, belum ada keseragaman Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam proses pembuatan menu MBG. Hal ini diperparah dengan kurangnya pengalaman para tenaga ahli gizi di lapangan.
"Teman-teman ahli gizi kebanyakan masih baru. Penyajian gizi masih bersifat 'textbook'—patokannya hanya kalori—namun praktik di lapangannya belum luwes," ujar Slamet.
2. Efek Domino terhadap Harga Pangan Lokal
Program MBG yang membutuhkan bahan baku dalam jumlah besar ternyata berdampak pada stabilitas harga di pasar tradisional. Slamet mencatat adanya keluhan dari pedagang kecil dan penjual sarapan karena melonjaknya harga bahan pokok.
Borongan Stok: Bahan pangan seperti sayur, beras, dan telur dipesan dalam skala besar untuk program MBG.
Inflasi Lokal: Akibat stok yang terserap MBG, harga di pasar meroket, menyulitkan pedagang kecil yang biasa berjualan di pagi hari.
3. Indikasi "Fee" dan Masalah Sanitasi
Hal yang paling mengejutkan adalah adanya temuan mengenai "biaya siluman" atau fee dalam proses operasional MBG. Slamet mensinyalir anggaran Rp5.000 (untuk operasional) tidak sepenuhnya bersih, karena ada potongan yang diduga mengalir ke oknum tertentu di tingkat pusat.
Selain masalah anggaran, kondisi fisik tempat produksi atau dapur umum juga menjadi sorotan. Banyak tempat yang dianggap tidak layak secara sanitasi, yang justru berisiko bagi kesehatan para penerima manfaat.
4. Sengkarut Data: Mana yang Riil ?
Transparansi data menjadi poin krusial yang dituntut oleh tim pemantau. Slamet mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) untuk membuka data secara jujur dan transparan mengenai jumlah penerima manfaat.
"Data anak penerima manfaat harus jujur. Mulai dari jumlah sekolah, siswa, guru, hingga tenaga kebersihan di tiap kecamatan seperti Wanasari harus terdata detail," tegasnya. Ketidaksinkronan data ini terlihat dari perbedaan angka yang disampaikan pemerintah pusat, di mana Presiden menyebut angka 51 % , sementara Ketua MBG menyebut 55%.
Kesimpulan dan Harapan
Sebagai bagian dari tim pemantau yang terdiri dari 72 orang untuk Jawa Tengah (5 orang khusus di Brebes), GNPK bersama Gubernur, Kajati, dan Kesbangpol berkomitmen untuk terus mengawasi jalannya program ini. Tanpa perbaikan tata kelola dan transparansi data, program MBG dikhawatirkan hanya akan menjadi ladang bagi-bagi uang tanpa dampak nyata yang berkelanjutan bagi kesehatan anak-anak.
Friday, January 9, 2026
PEMKAB BREBES TERIMA KUNJUNGAN 19 FINALIS DUTA ANTI NARKOBA
Wednesday, January 7, 2026
Klarifikasi Istri Kades Kalimati Soal Temuan Nama Dalam Daftar Penerima Bansos: "Saya Serahkan untuk Warga Difabel"
Klarifikasi Istri Kades Kalimati Soal Temuan Nama Dalam Daftar Penerima Bansos: "Saya Serahkan untuk Warga Difabel"
Kondisi Memprihatinkan, Tiga Rumah Warga Cigaber Diusulkan Rehabilitasi Oleh Bupati Brebes
Peredaran Obat Daftar G di Brebes Merambah Dunia Maya, Pelajar Jadi Sasaran Utama
Tuesday, January 6, 2026
Tegal Shipyard Utama (TSU) Mulai Padat, Antrean Dok Kapal Penuh Hingga Februari 2025
Tegal Shipyard Utama (TSU) Mulai Padat, Antrean Dok Kapal Penuh Hingga Februari 2025
TEGAL, – delikjatengnews.com - Aktivitas perbaikan dan pemeliharaan kapal di galangan Tegal Shipyard Utama (TSU) mulai menunjukkan peningkatan signifikan memasuki awal tahun 2025. Galangan yang berlokasi di pesisir Tegal ini melaporkan bahwa kuota antrean untuk proses docking (naik dok) telah terisi penuh hingga bulan Februari mendatang. (6/1/2026).
"Mudi staff TSU DOK KAPAL TEGAL"
Staf Administrasi TSU, Mudi, menjelaskan bahwa galangan seluas 4.000 meter persegi tersebut saat ini difokuskan untuk melayani kapal-kapal dengan kapasitas hingga 20 Gross Tonnage (GT). Dengan kapasitas lahan yang ada, TSU mampu menampung dua kapal secara bersamaan dalam satu periode pengerjaan.
"Dalam satu bulan, rata-rata kami bisa menyelesaikan pengerjaan dua kapal. Saat ini, untuk bulan Februari saja bloknya sudah penuh dipesan oleh para pemilik kapal," ujar Mudi saat ditemui di lokasi galangan.
Persiapan Menjelang Musim Melaut
Tercatat hingga awal Januari 2025, sudah ada sembilan kapal yang masuk dalam daftar tunggu. Mudi menambahkan bahwa tren peningkatan pendaftaran ini biasanya dipicu oleh persiapan para pemilik kapal menjelang masa operasional tertentu.
"Rata-rata ini kapal persiapan untuk musim setelah puasa. Langganan tetap kami seperti armada milik Pak Toni, Pak Anto, hingga Haji Tambari sudah mendaftarkan kapal-kapal mereka untuk segera naik dok," lanjutnya.
Sistem Operasional dan Layanan
Mengenai sistem biaya, TSU menerapkan tarif harian per kapal selama proses sandar di dok. Namun, untuk pengerjaan teknis seperti pengelasan dan pengecatan, galangan ini menggunakan sistem kolaborasi dengan tenaga ahli spesialis.
"Tugas kami di sini adalah mengelola pendaftaran serta proses naik-turunnya kapal. Untuk pengerjaan teknis seperti las, pengecatan, hingga perbaikan mesin, ada tim khusus sendiri yang standari di area dok," jelas Mudi.
Estafet Kepemimpinan
Tegal Shipyard Utama merupakan galangan kapal yang memiliki sejarah panjang di Tegal, yang didirikan oleh almarhum Warjo, yang dikenal luas sebagai tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota dewan setempat. Saat ini, tongkat estafet kepemimpinan TSU diteruskan oleh putranya, Holid, guna memastikan keberlangsungan layanan bagi para nelayan dan pengusaha kapal di wilayah Tegal dan sekitarnya.
Monday, January 5, 2026
STAKEHOLDER TOLAK RELOKASI SD NEGERI 1 BREBES UNTUK PARKIR RSUD BREBES
STAKEHOLDER TOLAK RELOKASI SD NEGERI 1 BREBES UNTUK PARKIR RSUD BREBES
Brebes, - delikjatengnews.com - Menindaklanjuti berita yang sudah tersiar di media terkait rencana perluasan area parkir RSUD Brebes, Pihak Sekolah SD Negeri 1 Brebes mengadakan musyawarah yang dihadiri Kepala Sekolah, Perwakilan Dewan Guru SDN 1 Brebes, Komite Sekolah, Ketua Paguyuban Wali Siswa, dan Perwakilan Wali Murid pada tanggal 29 Desember 2025.
Muflih Ikhsan H selaku Perwakilan Orang Tua Wali Murid Senin 5 Januari 2026 menyampaikan bahwa berdasarkan hasil musyawarah diperoleh kesepakatan sekaligus sebagai pernyataan resmi dari pemangku kepentingan sebagai berikut:
1. Pemangku Kepentingan SDN 1 Brebes yang hadir dalam musyawarah sepakat mendukung penuh rencana Pemerintah Kabupaten Brebes untuk meningkatkan kualitas layanan dengan membangun sarana dan prasarana layanan baru di RSUD Brebes.
2. Menolak rencana relokasi SD Negeri 01 Brebes untuk memperluas area parkir RSUD Brebes dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. SD Negeri 1 Brebes merupakan Sekolah yang sudah berdiri sejak zaman Belanda sehingga memiliki nilai historis tinggi yang harus dipertahankan dan dilestarikan keberadaanya.
b. Peningkatan layanan RSUD Brebes dengan memperluas area parkir bisa tetap dilaksanakan dengan mencari lokasi alternatif selain SD Negeri 1 Brebes.
c. SD Negeri 1 Brebes pada Tahun Anggaran 2025 mendapatkan Bantuan Dana. Alokasi Khusus revitalisasi dan pembangunan gedung UKS dan baru diserahterimakan pada akhir tahun ini. Oleh karena itu rencana relokasi sebagaimana wacana yang disampaikan dari pihak manajemen RSUD Brebes berpotensi melanggar Peraturan Perundangan yang terkait Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan regulasi yang terkait Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah jika tetap dilaksanakan..
d. Memohon kepada Bupati Brebes selaku pengambil kebijakan tertinggi di Kabupaten Brebes untuk mengadakan audiensi publik terkait wacana relokasi SD Negeri 1 Brebes dengan menghadirkan seluruh pihak terkait.
"Rencananya Kami selaku Pemangku Kepentingan SD Negeri 1 Brebes dalam waktu dekat akan melayangkan Surat Permohonan Audiensi Publik terkait Wacana Relokasi SD Negeri 1 Brebes kepada Bupati Brebes", pungkas Muflih .
PLT Direktur RSUD Brebes Imam Budi Santoso mengatakan terkait kebutuhan atas tanah untuk pengembangan Rumah Sakit Brebes dia mengatakan ," Ada kebutuhan yg lebih penting untuk pengembangan RSUD Brebes ", jelasnya.
Miftahul Jannan Kepala Bidang Sarana Prasarana RSUD Brebes menanggapi perihal usulan SD Negeri 1 Brebes mengeluarkan dari komite sekolah SD Negeri 1 Brebes untuk sekolahnya dijadikan tempat sarana prasarana untuk Rumah Sakit Brebes Dia hanya bisa berharap dan berdoa , " Semoga diberikan solusi yerbaik untuk masyarakat brebes secara luas
", ujarnya.
Outing kelas SMAN 1 Brebes ke Bali diadakan di saat ekonomi masyarakat lagi kacau, dan bukan objek wisata di Brebes
Outing kelas SMAN 1 Brebes ke Bali diadakan di saat ekonomi masyarakat lagi kacau, dan bukan objek wisata di Brebes
Brebes, - delikjatengnews.com - Sejumlah siswa-siswi SMA Negeri 1 Brebes outing kelas ke Bali pada saat libur yang berlangsung tanggal 22 Desember hingga awal Januari 2026, tentunya dengan membayar sejumlah uang , lebih dari satu juta setengah.
Namun sayangnya kepala sekolah Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Brebes adalah Hardi, S.Pd., M.Eng., tidak bisa ditemui bahkan satpam yang melarang bertemu dengan kepala sekolah , ujar satpam SMAN 1 Brebes.
Sementara Bahari Tangguh seorang pengamat pendidikan di Kabupaten Brebes mengatakan bahwa bisa bisanya saat ini iklim usaha tidak kondusif , dan ekonomi sedang susah, pihak sekolah malah mengajak siswanya outing kelas ke Bali ini kan jelas keluar daerahnya Keluhannya.
Padahal objek wisata di Brebes banyak dari pantainya Pantai Randusanga Indah, wisata Kaligua, air terjun di Salem, air panas di wanatirta, dan lainnya.
Ibu Indri Astuti, S.IP., M.H., kepala dinas Pendidikan cabang wilayah 11 provinsi Jawa Tengah tidak ada tempat namun dari kasubag TU siapa kau jelas wilayah 11 provinsi Jawa Tengah yaitu Jatmiko mengatakan bahwa ia akan melaporkan kepada atasannya mengenai hal ini dan akan mengecek Apakah ada ijin atau tidak, ujarnya.
Mengenai boleh tidaknya outting kelas ke Bali , Dimana orang tua mengeluarkan uang yang tidak sedikit yaitu lebih dari satu setengah juta, Ia berjanji akan mengecek Apakah ada ijinnya apa tidak .
Sementara Hardi SPd MEng Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Brebes di hubungi melalui telepon , Kendati teleponnya berdering hingga beberapa kali tidak diangkat.
Fenomena "Manusia Silver" di Kota Tegal: Penghasilan Kalahkan Pejabat, Picu Anak Putus Sekolah
Rianto Wahyudin Kabag Rehabilitasi sosial Dinsos Kota Tegal
Fenomena "Manusia Silver" di Kota Tegal: Penghasilan Kalahkan Pejabat, Picu Anak Putus Sekolah
Kota Tegal, – delikjatengnews.com - Masalah sosial di Kota Tegal kian kompleks, mulai dari kemiskinan hingga fenomena "Manusia Silver" yang kini menjadi sorotan tajam. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tegal mengungkapkan bahwa gaya hidup instan di jalanan menjadi tantangan berat yang memicu tingginya angka putus sekolah.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Tegal, Rianto Wahyudin , mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai penghasilan para pemeran "Manusia Silver". Dari hasil asesmen di lapangan, seorang pelaku yang berasal dari daerah tetangga mengaku bisa mengantongi uang hingga ratusan ribu rupiah dalam sehari.
"Saya pernah tanya salah satu dari mereka, asalnya dari Brebes. Dalam sehari dia bisa dapat sampai Rp200.000. Kalau dihitung sebulan, penghasilannya sudah jauh di atas UMR, bahkan mungkin mengalahkan gaji pejabat," ujar Rianto Wahyudin .
Lingkaran Setan Ekonomi Jalanan
Tingginya pendapatan instan ini berdampak buruk pada aspek pendidikan. Banyak anak usia sekolah yang akhirnya enggan melanjutkan pendidikan karena sudah merasa nyaman mencari uang di jalanan. Rianto menyebut fenomena ini sebagai bentuk "kontaminasi" perilaku instan.
Meskipun Satpol PP rutin melakukan penertiban dan Dinsos memberikan pembinaan, para pelaku seringkali kembali ke jalanan. "Mereka pintar mencari celah. Begitu operasi mereda, mereka muncul lagi. Ini seperti lingkaran setan yang akar masalahnya ada pada perubahan perilaku," tambahnya.
Tantangan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Pemutakhiran Data
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kota Tegal yang baru saja menjabat, Dindar Marnoto, menjelaskan bahwa penanganan masalah sosial di Kota Tegal mengacu pada enam kategori Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kategori tersebut meliputi:
Lansia telantar ,Anak telantar
, Disabilitas telantar , Gelandangan dan pengemis, Korban bencana (perlindungan dan jaminan sosial)
Korban penyimpangan perilaku/tuna sosial
Berdasarkan data tahun 2025, tercatat sekitar 34.160 orang masuk dalam kategori permasalahan sosial tersebut di Kota Tegal.
Sinergi Bantuan dan Akurasi Data
Menanggapi pertanyaan mengenai solusi konkret, Dindar menegaskan bahwa langkah utama Dinsos adalah melalui Rehabilitasi Sosial. Terkait bantuan logistik, ia mengklarifikasi perbedaan jalur birokrasi agar tidak terjadi tumpang tindih informasi di masyarakat.
Bantuan Pangan (Beras 10kg): Dikelola oleh Badan Pangan Nasional (BPN) melalui DKP3.
Program Keluarga Harapan (PKH): Merupakan program pusat di mana Dinsos bertugas dalam pemutakhiran data.
Bantuan Kelurahan: Disalurkan merata ke 27 kelurahan di Kota Tegal.
"Data kami terus diperbaharui (up-to-date), terutama menyusul instruksi Presiden Prabowo pada tahun 2025 mengenai pemutakhiran data kemiskinan. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran berdasarkan desil 1 sampai 4," jelas Dindar.
Harapan ke Depan
Dindar mengakui bahwa penyelesaian masalah sosial tidak bisa dilakukan oleh Dinsos sendirian. Diperlukan kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama untuk menangani anak putus sekolah agar tidak lari ke jalanan dan menjadi beban sosial di masa depan.
"Rehabilitasi bukan sekadar memberi bantuan, tapi merubah mentalitas. Kami berharap dengan data yang semakin akurat, intervensi pemerintah bisa lebih efektif," pungkasnya.
Reporter: Teguh
Lokasi: Kota Tegal
Post Unggulan
Salah seorang perangkat desa Nyaris dipecat oleh Kepala Desa Brerkat
Kasi Kesos Desa Brekat Wahyudin Salah seorang perangkat desa Nyaris dipecat oleh Kepala Desa Brerkat Kabupaten tegal, - Wahyudin (52), per...
Postingan populer
-
Murid MAN 01 Brebes Aksi Donasi Untuk Raj Nu'man dan Ibunya Brebes - delikjatengnews.com - Dari informasi yang dihimpun K...
-
Sunat Massal RSUD Brebes 2026 Jadi Wujud Kepedulian dalam Peringatan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes Brebes , delikjatengnews.com - 29 ...
-
Brebes – delikjatengnews.com - Kemeriahan luar biasa mewarnai perhelatan Kirab Budaya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berlangsung ...
-
Kegiatan Napak Tilas dan Penanaman Pohon Rayakan Hari Jadi Brebes ke-348 Brebes , - delikjatengnews.com - 17 Januari 2026 – D...
-
Brebes – delikjateng.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Gerakan...











