Wednesday, January 14, 2026

Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SLB Negeri Brebes Rampung Dikerjakan Rekaman Lokal , Kekurangan Guru Masih Jadi Tantangan Utama

Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SLB Negeri Brebes Rampung Dikerjakan Rekaman Lokal , Kekurangan Guru Masih Jadi Tantangan Utama

Brebesdelikjatengnews.com - Pembangunan rehabilitasi ruang kelas di SLB Negeri Brebes resmi dinyatakan rampung pada Desember ini. Meski fasilitas fisik mulai memadai, sekolah kini menghadapi tantangan serius terkait kekurangan tenaga pendidik untuk melayani ratusan siswa berkebutuhan khusus.

Pembangunan Fisik Capai 100 Persen

Proyek rehabilitasi yang dikerjakan oleh CV Kuat Jaya Karya dengan nilai anggaran sekitar Rp 2 Miliar tersebut kini memasuki tahap akhir. Perwakilan guru SLB Negeri Brebes, Ibu Ninin, Selasa 13. Januari 2026 menyatakan bahwa secara keseluruhan bangunan sudah siap digunakan.

"Pembangunan sudah selesai, saat ini tinggal proses merapikan bagian-bagian kecil saja. Hasil garapannya cukup memuaskan, terlihat bagus dari luar dan pemilihan warnanya sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan," ujar Ibu Ninin saat memberikan keterangan terkait progres fasilitas sekolah.

Krisis Tenaga Pendidik: 25 Guru untuk 39 Rombel

Dibalik megahnya bangunan baru, SLB Negeri Brebes masih menyimpan persoalan klasik mengenai rasio guru dan murid. Saat ini, sekolah hanya memiliki 25 orang guru yang harus melayani 240 siswa.

Kondisi ini dinilai jauh dari ideal mengingat SLB Negeri Brebes memiliki 39 rombongan belajar (rombel). Idealnya, setiap rombel memiliki satu wali kelas sendiri. Akibat kekurangan ini, pihak sekolah terpaksa melakukan langkah-langkah darurat:

Rangkap Jabatan: Guru mata pelajaran (seperti Guru Agama dan Olahraga) terpaksa merangkap menjadi wali kelas.

Penggabungan Kelas (Merger): Beberapa kelas terpaksa digabung meski memiliki tingkat kekhususan yang berbeda.

"Satu tingkat saja, misalnya Kelas 1, bisa terbagi menjadi 6 rombel karena kategori kekhususannya berbeda-beda. Kami melayani lima kategori: Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita (sedang & ringan), Tunadaksa, hingga Autis," jelasnya.

Harapan pada Pemerintah dan Imbauan untuk Masyarakat

Pihak sekolah berharap Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat memberikan perhatian lebih, terutama dalam penambahan kuota guru. Hal ini krusial agar efektivitas pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dapat tercapai secara optimal tanpa harus ada penggabungan kelas.

Terkait penerimaan peserta didik baru, Ibu Ninin mengimbau masyarakat Brebes dan sekitarnya untuk tidak ragu menyekolahkan anak mereka di SLB Negeri Brebes. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai keterbatasan daya tampung.

"Kami mempersilakan masyarakat untuk mendaftar saat pembukaan nanti. Namun, perlu dipahami bahwa akan ada proses seleksi. Hal ini terpaksa dilakukan semata-mata karena keterbatasan jumlah tenaga pengajar yang kami miliki saat ini," pungkasnya.

Reporter: Teguh 

No comments:

Post a Comment

Post Unggulan

Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SLB Negeri Brebes Rampung Dikerjakan Rekaman Lokal , Kekurangan Guru Masih Jadi Tantangan Utama

Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SLB Negeri Brebes Rampung Dikerjakan Rekaman Lokal , Kekurangan Guru Masih Jadi Tantangan Utama ...

Postingan populer