Wednesday, February 25, 2026

Dekopinda Brebes Desak Kuota 25% Bahan Baku Program Makan Bergizi Gratis dari Koperasi Desa

Ir Masrukhi Bakro kanan

Dekopinda Brebes Desak Kuota 25% Bahan Baku Program Makan Bergizi Gratis dari Koperasi Desa


Brebes,delikjatengnews.com - Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Brebes mengambil langkah proaktif dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Dekopinda mendorong agar Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) memberikan ruang seluas-luasnya bagi Koperasi Desa (Kopdes) untuk terlibat aktif. (25/2/2026).

Ketua Dekopinda Kabupaten Brebes, Ir. Masrukhi Bachro, menegaskan bahwa sinergi antara Kopdes dan program MBG adalah instrumen vital untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.

Menuntut Peran Nyata, Bukan Sekadar Formalitas

Masrukhi menekankan bahwa kemitraan dengan koperasi dan UMKM lokal jangan sampai hanya menjadi pemanis di atas kertas. Ia mendorong adanya kebijakan konkret terkait alokasi pasokan bahan baku yang bersumber langsung dari desa.

"Kami mendorong komitmen nyata agar minimal 25 persen dari total kebutuhan bahan baku program MBG dialokasikan melalui Koperasi Desa. Ini adalah langkah krusial agar koperasi di desa tidak hanya jadi penonton, tapi tumbuh sebagai pilar ekonomi yang mandiri," tegas Masrukhi.

"Duet" Strategis KDKMP dan MBG

Selain masalah pasokan, Dekopinda juga menyoroti pentingnya integrasi antara program Kawasan Daulat Ketahanan Pangan (KDKMP) dengan MBG. Menurutnya, kedua program ini harus berjalan beriringan (duet) untuk menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan di Brebes.

Masrukhi juga memaparkan visi besar di mana peran koperasi harus naik kelas. Ia tidak ingin koperasi terjebak hanya sebagai penyedia bahan mentah atau pengepul.

"Harapan kami ke depan, koperasi melalui wadah KDKMP bisa naik kelas hingga mengelola operasional Dapur MBG. Jadi, koperasi terlibat dari hulu hingga ke hilir—mulai dari penyediaan bahan baku hingga pengelolaan produksinya," tambahnya.

Optimisme Dampak Ekonomi Lokal

Dengan melibatkan koperasi secara aktif dalam rantai pasok dan manajemen dapur, Dekopinda optimis dampak ekonomi dari program nasional ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat Brebes. Kolaborasi ini dinilai sebagai strategi win-win solution untuk menyukseskan program MBG sekaligus menyejahterakan pelaku usaha lokal di Kabupaten Brebes.


Reporter Teguh 

Tuesday, February 24, 2026

Petugas Dinkes Brebes Bagikan Takjil Ramadan, Bentuk Kepedulian dan Silaturahmi Masyarakat


Petugas Dinkes Brebes Bagikan Takjil Ramadan, Bentuk Kepedulian dan Silaturahmi Masyarakat

 

Brebesdelikjatengnews.com - Di bulan Ramadan yang penuh berkah, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melaksanakan aksi berbagi takjil bagi masyarakat yang lewat di sekitar area kantor dinas pada hari ini. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyebarkan kebaikan serta mempererat tali silaturahmi antar warga.

 


Banyak orang yang merasa senang menerima bantuan takjil tersebut, terutama mereka yang sedang dalam perjalanan dengan kendaraan roda dua atau empat menjelang waktu berbuka. Ratusan porsi takjil diberikan secara langsung oleh seluruh anggota staf Dinkesda Brebes sebagai wujud kepedulian sosial dan ucapan rasa syukur di bulan suci ini. (Toip)

Friday, February 20, 2026

pengurus dpd brebes kerahkan puluhan armada bus sambut kirab budaya psi di tega



Brebesdelikjatengnews.com - Kemeriahan luar biasa mewarnai perhelatan Kirab Budaya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berlangsung pada Minggu, 15 Februari 2026 di jalan Pancasila kompleks Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah.

‎Ribuan kader dan simpatisan memadati area utama untuk menyambut kedatangan Ketua Umum (Ketum) PSI, Kaesang Pangarep yang hadir bersama mantan presiden ketujuh, Joko Widodo.

Pengurus DPD PSI Brebes menggerakkan puluhan armada bus yang membawa rombongan kader dari berbagai pelosok kecamatan. Dengan atribut partai lengkap.

‎"Kami tidak main-main. Puluhan bus ini adalah bukti soliditas kami di daerah. Kami siap menyongsong kedatangan Ketua Mas Kaesang dan Pak Jokowi serta membuktikan bahwa wilayah ini adalah basis konstituen utama partai PSI," ujar ketua DPD PSI Brebes, Darwanto,atau akrab dipanggil bos Wawan di sela-sela persiapan.

‎"Kami berangkatkan 51 Bus besar, 11 kendaraan Elf dan delapan kendaraan terbuka L300," lanjut Wawan.

Satu Tahun Kepemimpinan Mitha–Wurja, Infrastruktur Brebes Dipercepat dan Layanan Dasar Diperluas


Satu Tahun Kepemimpinan Mitha–Wurja, Infrastruktur Brebes Dipercepat dan Layanan Dasar Diperluas

BREBES – delikjatengnews.com - Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Wurja, Pemerintah Kabupaten Brebes mencatat percepatan pembangunan infrastruktur serta perluasan layanan dasar bagi masyarakat.

Di sektor konektivitas, sebanyak 287 ruas jalan kabupaten sepanjang 117,77 kilometer telah ditingkatkan dan diperbaiki. Selain itu, 65 jembatan direhabilitasi untuk menunjang mobilitas warga serta memperlancar distribusi ekonomi antarwilayah.

Pengendalian banjir juga menjadi prioritas. Pemerintah daerah melakukan perbaikan 99,8 kilometer drainase, normalisasi dan pembangunan 721,49 kilometer saluran pembuang dan tanggul, serta rehabilitasi 53,73 kilometer tanggul bantaran sungai di sejumlah wilayah rawan genangan.

Akses air bersih turut diperluas dengan pembangunan 1.742 sambungan rumah tangga baru serta penambahan jaringan layanan sepanjang 54 kilometer. Di bidang pertanian, pemeliharaan 2.541 hektare daerah irigasi dilakukan guna menjaga produktivitas lahan dan ketahanan pangan.

Pada sektor kesehatan, layanan ibu dan anak menjangkau 20.298 ibu hamil, 21.944 ibu bersalin, serta pemantauan 113.759 balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Program Nakes Door to Door juga melayani lebih dari 204 ribu warga dengan menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah. Sementara itu, 89.929 warga memperoleh perlindungan melalui program Jamkesda.

Di bidang administrasi kependudukan, sebanyak 773.798 warga terbantu melalui layanan dokumen kependudukan. Pelayanan ini dinilai penting untuk memastikan warga memiliki identitas hukum sebagai syarat akses pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial.

Dalam aspek perlindungan sosial, program daerah menjangkau 3.958 warga. Selain itu, 2.000 keluarga dinyatakan graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH), menandakan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Terlibat Perusakan di Polres Brebes, Terdakwa Ardiansyah Divonis 5 Bulan Penjara

Nurohmat SH tengah

Terlibat Perusakan di Polres Brebes, Terdakwa Ardiansyah Divonis 5 Bulan Penjara


Brebes,delikjatengnews.com -  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Brebes resmi menjatuhkan vonis terhadap Ardiansyah, terdakwa kasus perusakan di area Polres Brebes. Ardiansyah dijatuhi hukuman pidana penjara selama lima bulan dalam persidangan yang digelar baru-baru ini.

Hakim sekaligus Juru Bicara PN Brebes, Nurahmat, mengonfirmasi putusan tersebut. Ia menjelaskan bahwa meski terdakwa mengaku masih berstatus sebagai pelajar, proses hukum tetap dijalankan melalui mekanisme peradilan umum dewasa.

"Perkara perusakan di Polres atas nama terdakwa Ardiansyah sudah diputus. Hakim menjatuhkan hukuman 5 bulan penjara," ujar Nurahmat hari Jumat 20 Februari 2026 saat memberikan keterangan di kantor PN Brebes, didampingi Panitera Muda Hukum, Moh. Iqbal.

Alasan Masuk Peradilan Dewasa

Munculnya pertanyaan mengenai status pendidikan terdakwa sempat menjadi perhatian. Namun, Nurahmat menegaskan bahwa parameter yang digunakan pengadilan dalam menentukan jenis peradilan bukanlah status sekolah, melainkan usia biologis terdakwa saat melakukan tindak pidana.

Usia Terdakwa: Berdasarkan fakta persidangan, Ardiansyah telah berusia di atas 18 tahun.

Kategori Hukum: Karena sudah melewati batas usia minimal perlindungan anak, kasus ini tidak dikategorikan sebagai perkara anak (diversi), melainkan perkara dewasa.

Status Pelajar: Meskipun terdakwa mengaku masih aktif bersekolah, hal tersebut tidak mengubah prosedur hukum yang berlaku bagi orang dewasa.

"Perlu dicatat bahwa ini masuk dalam perkara dewasa, bukan perkara anak. Hal ini dikarenakan usia terdakwa sudah lebih dari 18 tahun," tambah Nurahmat.

Proses Hukum yang Transparan

Pihak PN Brebes memastikan bahwa seluruh proses persidangan telah berjalan sesuai dengan prosedur hukum acara pidana yang berlaku. Dengan vonis ini, terdakwa diharapkan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya terkait insiden perusakan yang terjadi di markas kepolisian tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengadilan menyatakan bahwa status putusan telah memiliki kekuatan hukum tetap, kecuali jika ada upaya hukum lanjutan dari pihak terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Yang bersangkutan dari sekolah ini menyampaikan bahwa Iya masih sekolah, bahkan dari pihak sekolah memberikan surat pernyataan dia masih berstatus sekolah.

Yang bersangkutan udah berumur 19 tahun namun masih berstatus sekolah kelas 3, semenjak ia diputus Pengadilan Negeri Brebes bersalah dan harus dihukum dan gejala hukuman di Lapas Brebes yang bersangkutan sudah di Lapas Kabupaten Brebes.


Reporter Teguh 

Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak ditekan dengan sosialisasi


Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak ditekan dengan sosialisasi


Brebes - delikjatengnews.com - Eni Listiana kepala DP3KB Brebes hari kamis 19 Pebruari 2026 mengatakan anak pada tahun 2026 angka kekerasan kepada anak-anak 11 kekerasan anak 7 dewasa 4 orang..

kekerasan psikis 2 dan seksualnya , pembelajaran 2 orang, dan seksual 3 orang.

kalau untuk dewasa dari 4 ini terdiri dari psikis 1 orang ,seksualnya 2 daripada KDRT-nya 1 di tahun 2026.

Kalau 2025 di tahun eh di bulan Januari sampai Desember itu ada 102 kekerasan terhadap anak 49 kekerasan dewasanya ada 53 KB tidak masalah atau melalui media juga tidak masalah satu contoh nih mereka tidak tahu melapor ke mana sehingga dia menghubungi wartawan atau media sosial, tapi bagusnya datang langsung ke kantor DP3KB , melalui nomor telepon dan melalui hotline yang tersedia ,ujarnya.

Kalau pencegahan terhadap kekerasan terhadap anak sudah dilakukan di sekolah-sekolah, juga terdapat pengaduan di tiap Puskesmas, paparnya.

kalau istilahnya bullyimg bagaimana kita memberikan penguatan kepada anak-anak mulai dari anak SD SMP sampai ke SMA melalui dengan sosialisasi.

Pesannya Stop Bully tidak semua orang kuat terhadap hal itu , misalnya membuli secara fisik Dengan mengatakan, " kamu gendut , kamu item , kamu kecil , Kamu kurus , atau membulin nama orang tua atau asalnya dari mana , ujarnya

Status BPJS PBI Nonaktif? Begini Prosedur Reaktivasi dan Alurnya Menurut RSUD Brebes


Status BPJS PBI Nonaktif? Begini Prosedur Reaktivasi dan Alurnya Menurut RSUD Brebes 


BREBES – delikjatengnews.com - Masalah penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) tengah menjadi perhatian masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Brebes. Berdasarkan informasi dari Dinas Sosial setempat, terdapat sekitar 100.000 peserta yang status kepesertaannya dinonaktifkan.

Menanggapi hal tersebut, direktur RSUD Brebes drg Adi Supriyadi Mkes melalui Kepala seksi Pelayanan Medis Rumah Sakit Umum Daerah Brebes, dr. Yuliana, didampingi oleh humas RSUD Brebes Asri memberikan penjelasan terkait prosedur medis dan birokrasi yang harus ditempuh pasien agar hak pengobatannya tetap terjamin.

Rumah Sakit Hanya Sebagai Pengguna Sistem

Menurut dr. Yuliana, masalah penonaktifan ini biasanya baru diketahui saat pasien datang ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) atau Rumah Sakit untuk berobat.

"Masalahnya baru akan diketahui ketika pasien datang. Di sana baru terlihat melalui sistem apakah status BPJS mereka aktif atau tidak. Kami di rumah sakit ini statusnya adalah pengguna (user) dari sistem tersebut," ujar dr. Yuliana.

Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak memiliki kewenangan untuk mengubah status kepesertaan atau menentukan aktif-tidaknya kartu seseorang. Segala keputusan terkait reaktivasi sepenuhnya berada di bawah otoritas BPJS Kesehatan.

Alur Reaktivasi: Melibatkan Dinsos dan BPJS

Bagi masyarakat yang kartu PBI-nya tidak aktif, dr. Yuliana mengimbau untuk segera mengurusnya ke instansi terkait, yakni Dinas Sosial (Dinsos) dan Kantor BPJS Kesehatan, bukan hanya mengandalkan pihak rumah sakit.

Berikut adalah ringkasan prosedurnya:

Cek Status: Memastikan status kepesertaan di loket pendaftaran RS atau Faskes.

Surat Keterangan: Meminta surat keterangan dari rumah sakit sebagai penunjang bahwa pasien sedang membutuhkan layanan medis.

Verifikasi ke Dinsos: Melaporkan status PBI ke Dinas Sosial untuk verifikasi data kemiskinan/kelayakan.

Aktivasi di BPJS: Membawa dokumen pendukung ke kantor BPJS Kesehatan untuk pengaktifan kembali.

Kendala Peralihan ke Mandiri

Dalam dialog tersebut, terungkap juga kendala teknis lapangan di mana pasien yang beralih dari segmen PBI ke Mandiri masih mengalami hambatan aktivasi, meski sudah melakukan pembayaran atau pemotongan gaji rutin.

"Masalah keputusan apakah kartu bisa direaktivasi atau kapan statusnya menjadi aktif, itu sepenuhnya ada di pihak BPJS," tambah dr. Yuliana. Hal ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih proaktif melakukan pengecekan status kepesertaan sebelum kondisi darurat medis terjadi.

Analisis Singkat:

Tone: Informatif dan edukatif.

Titik terang : Menekankan bahwa RS hanya user, sementara decision maker ada di BPJS/Dinsos. Ini penting untuk meredam potensi konflik antara pasien dan pihak RS.

Reporter Teguh 

Thursday, February 19, 2026

Di Brebes 100.000 lebih, data Pemilik BPJS PBI Di non Aktifkan, walaupun pada kondisi kedaruratan dapat reaktivasi Ulang


Di Brebes 100.000 lebih, data Pemilik BPJS PBI Di non Aktifkan, walaupun pada kondisi kedaruratan dapat reaktivasi Ulang


Brebes , – delikjatengnews.com - Dinas Sosial melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Brebes Warudin 18 pebruari 2026 memberikan penjelasan resmi terkait tata kelola data kesejahteraan sosial serta prosedur aktivasi BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). 

Tahun 2026 ini yang Dinas sosial kabupaten Brebes hanya menerima data saja dari pusat yang menghapus data pasien BPJS PBI adalah BPS ( Biro Pusat Statistik) Pusat, untuk Kabupaten Brebes sebesar 100.000 orang lebih. 

Hal ini dilakukan guna menjawab kebingungan masyarakat terkait status kepesertaan bantuan yang kerap berubah.

Berikut adalah empat poin utama yang perlu dipahami masyarakat:

1. Kewenangan Data Desil Ada di Pusat

Banyak anggapan bahwa Dinas Sosial (Dinsos) daerah atau pendamping PKH memiliki wewenang penuh menentukan tingkat kesejahteraan warga. Faktanya, penetapan dan pengelolaan Data Desil sepenuhnya merupakan kewenangan BPS Pusat.

"Dinsos dan pihak PKH di daerah bertugas mengolah dan menyalurkan bantuan berdasarkan data yang sudah turun dari pusat. Kami tidak menentukan siapa yang masuk kategori mampu atau tidak mampu secara mandiri," ujar Kabid Linjamsos.

2. Mengapa BPJS PBI Bisa Non-Aktif?

Kepesertaan BPJS PBI dievaluasi secara berkala. Jika hasil pembaruan data dari pusat menunjukkan peningkatan kondisi ekonomi suatu rumah tangga, sistem akan menonaktifkan kepesertaan secara otomatis.

Evaluasi ini dilakukan setiap tiga bulan. Bagi warga dengan penyakit kronis yang mengalami kendala kartu non-aktif, Dinsos menyampaikan bisa dilakukan pengecekan dan reaktifasi.

3. Prosedur Aktivasi Darurat (Desil 1–6)

Pemerintah memberikan kesempatan bagi warga kategori Desil 1 sampai 6 yang sedang mengalami kondisi darurat medis namun kepesertaan BPJS-nya tidak aktif. Aktivasi dapat dilakukan dengan alur sebagai berikut:

Syarat Dokumen: Membawa Surat Kontrol/Keterangan Rawat Inap dari RS, fotokopi Kartu Keluarga (KK), dan KTP.

Alur: Dokumen dibawa langsung ke kantor Dinas Sosial setempat.

Estimasi: Jika persyaratan dinyatakan lengkap, proses aktivasi memerlukan waktu 1 hingga 2 hari kerja.

4. Peran Penting Pemerintah Desa

Untuk menjaga akurasi data, Dinsos mendorong warga melakukan verifikasi faktual melalui Pemerintah Desa. Desa memiliki peran krusial dalam updating apakah seorang warga benar-benar layak masuk kategori miskin atau tidak.

Langkah ini penting agar data yang dikirim ke pusat bersifat akurat, sehingga bantuan sosial dan kepesertaan BPJS dapat berkelanjutan dan tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.


Reporter Teguh 

Wednesday, February 18, 2026

Di Akun Tik Tok , masyarakat Menerima Informasi Positif terkait pelayanan RSUD Brebes


Di Akun Tik Tok , masyarakat Menerima Informasi Positif terkait pelayanan RSUD Brebes


Brebes - delikjatengnews.com - Akun dayahhokkien, mengatakan kak kalo baru pertama belum ada rujukan apa harus minta rujukan dulu soalnya baru pertama mau coba priksa ke sini pake BPJS tp blum dpet rujukan itu gimana yah. 


iya kak harus pake rujukan. ke faskes 1 dulu kak.. minta rujukannya. 


ini gedung RSUD Brebes emang sebagus itu ya?lama ga liat...

Dari akun RSUD Brebes menjawab : " iya kak, banyak perubahan sekarang ".


Saya bolak balik ke RSUD hampir 2 tahun karena berobat jalan anak saya tb paru, best banget sih pelayanan nya apalagi dr sukma wibowo spesialis ank benar" ramah enak di ajak konsul selalu ngasi yg terbaik utk putri ku smpe alkhamdulillah sekarang sudh bersih. 


Akun neizajenoe , mengatakan tanggal 12 januari 2026-15jan 2026 AQ dirawat di RSUD Brebes sakit hipertiroid n Senin 26jan AQ kontrol pertama ke poli penyakit dalam dokter spesialis penyakit dalam do...


Dari RSUD Brebes Membalas , semangat ya kak, semoga lekas sembuh. 


drg. Adhi Supriadi, M.Kes. adalah Direktur RSUD Brebes yang baru dilantik pada awal Februari 2026, hari selasa 16 pebruari 2026 membenarkan hal itu, selalu berfokus pada standarisasi mutu layanan dan kepuasan pasien

Tuesday, February 17, 2026

Pelaku pembunuhan di Desa Sukareja Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes ditangkap polisi.


Polisi Tangkap Pelaku Mutilasi di Banjarharjo Brebes yang Mayatnya Ditemukan di dalam Koper

Pelaku pembunuhan di Desa Sukareja Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes ditangkap polisi. 


BREBES – delikjatengnews.com - Sat Reskrim Polres Brebes berhasil menangkap pelaku dugaan pembubuhan warga Desa Pende Kecamatan Banjarharjo yang mayatnya ditemukan di dalam koper di rumah kosong di Desa Sukareja Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes.

Pelaku ditangkap di rumah istrinya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada Selasa dini hari, 17 Februari 2026. Pelaku yang berinisial R (45), pun langsung dimasukkan ke sel tahanan Mapolres Brebes, dan terancam hukuman 20 tahun penjara.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah mengatakan, pihaknya berhasil menangkap pelaku kurang dari 24 jam usai korban ditemukan tewas di dalam koper. Pelaku ditangkap di wilayah Majalengka, Jawa Barat.

“Tim Resmob Sat Reskrim Polres Brebes menangkap pelaku di wilayah Majalengka, Jawa Barat,” kata Kapolres, Selasa 17 Februari 2026 siang.

Kapolres melanjutkan, dari hasil autopsi terhadap jazad korban, korban meninggal dunia karena terkena benda tumpul di bagian belakang kepala. Kemudian terdapat patah tulang dan kerusakan di sekitar tengkuk kaki dan dasar tulang kepala.

“Setelah dihilangkan nyawanya oleh pelaku, kemudian pelaku ini berencana memasukkan jazad korban ke dalam koper. Karena tidak cukup, kemudian pelaku memotong kaki dan tangan korban,” lanjut Kapolres.

Terkait dengan penyebab pembunuhan keji ini, kata Kapolres, pelaku merasa emosi saat ditagih hutang karena korban sempat menampar pelaku. Pelaku pun emosi dan kalap, yang akhirnya memukul pelaku menggunakan batu yang ada di dekatnya.

“Batu itu dipukulkan di bagian kepala dan bagian dada, dan juga di bagian tengkuk sampai korban meninggal dunia,” lanjut dia.

Terkait dengan pengenaan pasal pembunuhan berencana, Kapolres menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman kasus dengan meminta keterangan lebih lanjut terhadap pelaku. Pelaku dikenakan Pasal 479 Nomor 1 Tahun 2023 KUHP terbaru dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, dan Pasal 458 Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Dikebakan pasal berlapis. Karena pada saat pelaku menghabisi korban, pelaku mengambil handphone dan uang milik korban sebesar Rp15.622.000,” tandasny

Sebelumnya, kasus penemuan mayat dalam koper menggegerkan warga Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tim Dokkes Polda Jateng melakukan autopsi jasad korban di kamar mayat RSUD Brebes, Selasa (17/02/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Sapri (67), warga Desa Pende, Kecamatan Banjarharjo. Jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam sebuah koper yang dikubur di salah satu ruangan rumah warga di Desa Sukareja.

Dari hasil pemeriksaan awal, di dalam koper tersebut ditemukan tubuh korban bersama dua potongan kaki kiri dan kanan yang telah terpisah dari badan.

Proses autopsi dilakukan secara menyeluruh oleh tim forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian, waktu kematian, serta kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya di tubuh korban. Petugas juga melakukan pendalaman terhadap kondisi potongan tubuh yang ditemukan di dalam koper.

Kasus ini pertama kali ditemukan oleh saudara dari pemilik rumah yang hendak membersihkan di dalam rumah. Sementara pemilik rumah yakni seorang wanita muda kini tengah bekerja sebagai TKW di Taiwan.

“Awalnya curiga ada darah dan bau amis di dalam tanah dalam ruangan rumah. Setelah dicek ternyata ada tubuh manusia dalam koper yang terkubur,” kata Sekdes Sukareja, Rohandi kepada awak media, Senin sore.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, sebelum ditemukan tewas, korban sempat berpamitan untuk pergi ke Desa Sukareja pada Minggu malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Ia disebut hendak menemui seseorang bernama Rokib yang memiliki utang kepada korban sebesar Rp 5 juta.

Menurut penuturan Rohman, anak korban, ayahnya juga membawa uang tunai sekitar Rp 20 juta serta sebuah telepon genggam saat meninggalkan rumah. Hingga akhirnya, korban tak kunjung kembali dan keluarga kehilangan kontak.

“Bapak pamit mau menemui orang yang punya utang. Katanya hanya sebentar, namun tapi tidak pulang-pulang hingga ternyata ditemukan meninggal dunia,” kata Rohman..

Dibentuk Kepengurusan Save For Child Desa Grinting, Fokus Perlindungan dan Kesejahteraan Anak

Dibentuk Kepengurusan Save For Child Desa Grinting, Fokus Perlindungan dan Kesejahteraan Anak

Brebes, - delikjatengnews.com - 17 Februari 2026 – Pemerintah Desa Grinting telah resmi membentuk kepengurusan untuk program sosial Save For Child (sering juga disebut Save for Children). Gerakan ini dirancang sebagai upaya konkret pemerintah desa untuk menjaga, melindungi, serta menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak di wilayahnya.

Save For Child berfokus pada berbagai aspek terkait perlindungan anak dan peningkatan kesejahteraan mereka, dengan tujuan memastikan setiap anak memiliki akses ke hak-haknya dan kesempatan untuk berkembang optimal. Pembentukan kepengurusan ini menjadi langkah penting dalam mengoperasionalisasikan program secara terstruktur dan terarah.( toip )

Sunday, February 15, 2026

Kirab Budaya PSI di Tegal Dihadiri Jokowi dan Kaesang, Ribuan Warga Padati Alun-Alun

Kirab Budaya PSI di Tegal Dihadiri Jokowi dan Kaesang, Ribuan Warga Padati Alun-Alun



Mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menyapa ribuan warga saat Kirab Budaya DPD PSI Kota Tegal di Alun-Alun Kota Tegal, Minggu (15/02). TEGAL,


Tegal, delikjatengnews.com - Minggu pagi, 15 Februari 2026, suasana Kota Tegal, Jawa Tengah, tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 08.00 WIB, kawasan Jalan Pancasila hingga Alun-Alun Kota Tegal dipadati ribuan warga yang datang untuk menyaksikan Kirab Budaya yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Tegal,

Minggu (15/2/2026). Berdasarkan laporan di lapangan, masyarakat yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Tegal, tetapi juga dari sejumlah daerah sekitar. Mereka memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan rangkaian acara budaya sekaligus kehadiran sejumlah tokoh nasional. 

Kehadiran Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Saat keduanya tampil dan menyapa masyarakat dari panggung utama, sorak sorai warga terdengar menggema di kawasan alun-alun. Banyak warga mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen 

Kirab Budaya dibuka dengan arak-arakan lima gunungan khas Tegal. Gunungan tersebut sarat makna filosofis yang melambangkan kemakmuran, doa, dan rasa syukur masyarakat. Arak-arakan berlangsung perlahan diiringi musik tradisional yang menambah kekhidmatan suasana pagi. Selain itu, sejumlah pertunjukan seni turut memeriahkan acara. Kesenian Kuntulan tampil dengan perpaduan gerak dan irama tradisional yang energik. Pertunjukan Barongsai juga menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan unsur keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat Kota Tegal. Penampilan Drumband Canka Padmanaba dan Drumband Srikandi menjadi salah satu puncak acara. Harmoni ritmis yang ditampilkan memeriahkan suasana dan membangkitkan semangat para peserta serta penonton yang hadir. 

Di sepanjang rute kirab, masyarakat tampak berbaur tanpa sekat. Anak-anak, orang tua, pelajar, pedagang, hingga komunitas budaya berdiri berdampingan menyaksikan jalannya acara. Sejumlah warga mengaku datang sejak pagi untuk mendapatkan posisi strategis agar dapat melihat langsung Joko Widodo, yang selama ini dikenal dengan gaya kepemimpinan yang sederhana dan dekat dengan masyarakat. Selain menampilkan unsur budaya, kegiatan ini juga dinilai memiliki dimensi politik. Tampilnya Joko Widodo bersama Kaesang Pangarep di panggung PSI di Kota Tegal dipandang sejumlah pengamat sebagai langkah strategis. Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai wilayah penting dalam peta politik nasional. Menggelar kirab budaya berskala besar dengan menghadirkan figur nasional dinilai bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari konsolidasi simbolik yang menyasar basis akar rumput.

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait tujuan politik spesifik dari kegiatan tersebut selain sebagai kirab budaya dan ajang silaturahmi dengan masyarakat. Acara berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat setempat. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat dialihkan untuk mendukung kelancaran kegiatan. Tidak dilaporkan adanya gangguan berarti selama pelaksanaan kirab. Kegiatan ini juga menjadi ruang promosi budaya lokal Kota Tegal. Gunungan khas daerah dan kesenian tradisional yang ditampilkan memperlihatkan kekayaan budaya yang tetap lestari di tengah dinamika politik nasional. Di sisi lain, kehadiran tokoh nasional dalam kegiatan yang diselenggarakan partai politik turut memantik perhatian publik mengenai dinamika politik menjelang agenda politik nasional mendatang. Namun, secara umum kegiatan berlangsung dalam nuansa budaya yang kental dan partisipasi masyarakat yang tinggi. Kirab Budaya PSI di Kota Tegal tersebut mencerminkan perpaduan antara ekspresi seni tradisional dan aktivitas politik modern. Ribuan warga yang hadir menjadi saksi bagaimana ruang publik dimanfaatkan sebagai ajang pertemuan antara tokoh nasional, partai politik, dan masyarakat dalam suasana yang meriah namun tetap tertib.



Jalur Limbangan-Kersana Brebes Berubah Jadi “Jalur Ekstrem”, Warga Geram Kondisi Jalan Mirip Kubangan Kerbau


Jalur Limbangan-Kersana Brebes Berubah Jadi “Jalur Ekstrem”, Warga Geram Kondisi Jalan Mirip Kubangan Kerbau


BREBES –

delikjatengnews.com - jalur ,Limbangan – Kersana di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah merupakan jalan kabupaten yang menjadi akses vital penghubung antara kawasan Patung KB (Limbangan) dengan Kecamatan Kersana. Jalan poros ini melintasi beberapa desa di wilayah tersebut dan kini kondisinya berubah menjadi “jalur extrim”.

Kerusakan parah di ruas jalan poros tersebut dikeluhkan warga lantaran dipenuhi lubang menganga yang menyerupai kubangan lumpur, terutama saat diguyur hujan Uderas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lubang-lubang tersebut tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga menciptakan risiko kecelakaan tinggi bagi pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas.

Pemandangan menyedihkan terlihat di sepanjang jalur ini, di mana badan jalan sudah tidak berbentuk aspal lagi. Saat musim hujan, lubang-lubang sedalam 20-30 cm terisi air dan lumpur,menyembunyikan bahaya di bawahnya.

Warga lokal yang geram bahkan menyebut jalur ini lebih mirip sawah atau kubangan kerbau.

“Kalau lewat sini harus ekstra hati-hati. Salah sedikit bisa terperosok, apalagi kalau malam dan hujan, lubang tidak kelihatan,” ujar salah satu pengguna jalan yang sering melintasi jalur tersebut, Sabtu 14/02/2026.

Dampak musim hujan membuat kondisi jalan kian kritis. Jalan poros yang menjadi alternatif vital bagi warga dan aktivitas ekonomi ini rawan menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Intensitas hujan tinggi juga memperparah kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut, menambah daftar panjang titik jalan rusak di Kabupaten Brebes. 

Kondisi ini mendapat sorotan, mengingat jalan poros Limbangan-Kersana merupakan salah satu jalur sentra mobilisasi ekonomi yang krusial. Warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes untuk segera melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang cepat rusak kembali saat hujan.

Sebelumnya, pihak DPU sempat melakukan perbaikan di beberapa titik di wilayah jalur tersebut dengan sistem beton rigid, namun masih banyaknya jalan yang mengalami rusak berat (mencapai ratusan kilometer di seluruh Brebes) sehingga membuat perbaikan bertahap.

Hingga berita ini diturunkan, para pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif lain atau ekstra waspada saat melintasi jalur Limbangan-Kersana , terutama ketika hujan mengguyur wilayah tersebut,demi menghindari terjadinya kecelakaan.


 

Saturday, February 14, 2026

Polres Brebes Lakukan Langkah Preventif untuk Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying di Sekolah

Polres Brebes Lakukan Langkah Preventif untuk Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying di Sekolah



Kasat B inmas Polres Brebes, AKP Rachmat Wibowo Budi Pratama, memimpin Apel Pembinaan Pencegahan Kenakalan Remaja dan Bullying di lapangan upacara SMK Puspo Negoro 01 Brebes.(dok Istimewa)

 

Brebes,- delikjatengnews.com - Satuan Binmas (Sat Binmas) Polres Brebes kembali mengambil langkah preventif untuk menekan angka kenakalan remaja di lingkungan pendidikan. Pada Kamis pagi (12/02/2026), Kasat Binmas Polres Brebes, AKP Rachmat Wibowo Budi Pratama, memimpin Apel Pembinaan Pencegahan Kenakalan Remaja dan Bullying di lapangan upacara SMK Puspo Negoro 01 Brebes.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 350 siswa-siswi beserta jajaran guru dan staf sekolah. Kehadiran pihak kepolisian secara langsung memberikan dampak psikologis yang positif dan meningkatkan kedisiplinan siswa.

AKP Rachmat Wibowo Budi Pratama menekankan, bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa untuk menuntut ilmu tanpa ada rasa takut akan perundungan.

“Kami hadir untuk memberikan pemahaman bahwa kenakalan remaja, seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba, serta tindakan bullying—baik fisik maupun di media sosial—memiliki dampak buruk yang permanen bagi masa depan,” ujarnya.

Polres Brebes berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan di sekolah-sekolah untuk mencegah kenakalan remaja dan bullying. “Kegiatan pembinaan seperti ini akan kami lakukan secara rutin dengan berkunjung dan menyambangi sekolah-sekolah di wilayah Brebes,” tegas AKP Rachmat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat belajar dengan tenang dan nyaman, serta terhindar dari pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan mereka.

Friday, February 13, 2026

1.296 calon jemaah haji Kabupaten Brebes mulai memantapkan langkah menuju Tanah Suci.

1.296 Calon Jemaah Haji Brebes Siap Berangkat ke Tanah Suci dengan Bekal Ilmu dan Kesiapan Mental




1.296 calon jemaah haji Kabupaten Brebes mulai memantapkan langkah menuju Tanah Suci.

Brebes – delikjatengnews.com - Sebanyak 1.296 calon jemaah haji Kabupaten Brebes mulai memantapkan langkah menuju Tanah Suci dengan memperkuat bekal ilmu, kesiapan mental, dan kesehatan melalui Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi. Kegiatan ini menjadi ikhtiar penting agar perjalanan suci ke Baitullah tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga matang secara spiritual.

Bupati Brebes, yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Brebes Khambali, menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan geografis lintas negara, melainkan perjalanan batin yang menuntut kesabaran, kedisiplinan, dan pemahaman mendalam terhadap setiap rukun dan wajib haji.

“Pemahaman yang baik sejak masih berada di tanah air akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan ibadah haji saat berada di Tanah Suci,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Brebes Khambali, saat memberikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi bagi Jemaah Haji Reguler Tingkat Kabupaten Brebes Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Aula Islamic Centre Brebes, Rabu (11/2/2026).

Khambali juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, mengingat ibadah haji memerlukan stamina dan kondisi fisik yang prima. Selain itu, jemaah diminta disiplin mengikuti arahan petugas, menjaga kekompakan, serta memperkuat niat semata-mata karena Allah SWT.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Brebes, melalui Kasubag TU A Nizam Baequni, menyampaikan bahwa manasik haji terintegrasi dilaksanakan serentak secara nasional sebagai bagian dari penguatan standar pelayanan dan pembinaan jemaah. Tahun 2026, Kabupaten Brebes akan memberangkatkan 1.296 jemaah yang terdiri dari 591 laki-laki dan 705 perempuan, terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter).

Gelombang pertama direncanakan berangkat pada 21 April mendatang dan seluruh jemaah Indonesia dijadwalkan kembali pada 1 Juni. “Kami berharap seluruh calon jemaah haji Kabupaten Brebes dapat mengikuti tahapan manasik sebagai bekal ibadah haji nanti,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes H M Aqsho, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, para narasumber dan pemateri, tokoh agama, pembimbing manasik haji, serta seluruh calon jemaah haji Kabupaten Brebes.

Wakil Bupati Brebes Wurja dan rombongan saat meninjau langsung ke lokasi banjir di beberapa Kecamatan di Brebes.

Wakil Bupati Brebes Turun Langsung Tinjau Banjir di Beberapa Kecamatan



Wakil Bupati Brebes Wurja dan rombongan saat meninjau langsung ke lokasi banjir di beberapa Kecamatan di Brebes.

BREBES –delikjatengnews.com - Wakil Bupati Brebes, Wurja SE, turun langsung ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga dan menginstruksikan percepatan pembangunan tanggul darurat di beberapa wilayah yang terdampak banjir, Kamis (12/2/2026).

Wurja didampingi Plh Sekretaris Daerah, Kepala BPBD, dan Kepala DPSDAPR meninjau langsung banjir di empat desa di Kecamatan Losari, yaitu Desa Randusari, Pekauman, Losari Kidul, dan Losari Lor. Di lokasi, Wurja menyerahkan bantuan berupa nasi bungkus dan mie instan kepada warga terdampak.

“Pemkab Brebes juga menyalurkan karung untuk mendukung pembangunan tanggul darurat sebagai langkah antisipasi luapan air susulan,” ujar Wurja

Rombongan kemudian bergerak ke Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, untuk meninjau kondisi tanggul Sungai Pemali yang kritis. Tanggul yang sebelumnya masih menyisakan dua meter dari permukiman warga, kini tergerus arus deras dan hanya tersisa sekitar setengah meter.

“Tinggi intensitas hujan dan meningkatnya debit Sungai Pemali mempercepat abrasi tanggul. Kami menginstruksikan instansi terkait untuk segera membangun tanggul darurat menggunakan kayu dolken dan karung berisi pasir,” tegas Wurja.

Sekretaris DPU Brebes, Ismawan Nur Laksono, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi untuk pengiriman material. “Tadi kita sudah koordinasi untuk mengirim tiga dump truk pasir atau tanah untuk membuat tanggul darurat,” ucapnya.

Setelah dari Wanasari, Wabup Brebes beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang. Banjir di wilayah tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Brebes pada Rabu (11/2/2026) malam, menyebabkan Kali Gondang meluap dan merendam ratusan rumah warga.

Wurja memastikan kondisi warga aman dan melakukan langkah cepat untuk penanganan. “Alhamdulillah, air sudah mulai surut, tapi kami tetap imbau masyarakat agar siaga,” ucapnya.

Camat Jatibarang, Rade Andriana Younansyah, mengakui banjir di Dukuh Bayur merupakan persoalan berulang setiap musim hujan akibat luapan Kali Gondang. “Kami bersama pemerintah desa dan relawan akan berupaya melakukan langkah pencegahan agar tidak terulang,” jelasnya.

Antisipasi Tanggul Jebol, Pemkab Brebes dan Warga Keroyok Penanganan Darurat Sungai Pemali


Antisipasi Tanggul Jebol, Pemkab Brebes dan Warga Keroyok Penanganan Darurat Sungai Pemali


​BREBES – delikjatengnews.com - Pemerintah Kabupaten Brebes bergerak cepat melakukan penanganan darurat terhadap kondisi tanggul Sungai Pemali yang kian kritis di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi bencana banjir akibat terkikisnya badan tanggul yang kini kondisinya semakin menipis.


​Pantauan di lokasi pada Jumat (13/2/2026), sejumlah alat berat dan material penguat mulai dikerahkan. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektoral antara BPBD Kabupaten Brebes, PSDA Pemali Comal, DPU Kabupaten Brebes, serta partisipasi aktif warga setempat.



​Kolaborasi Lintas Sektoral


​Perwakilan dari pihak terkait menyatakan bahwa sinergi ini penting mengingat Sungai Pemali merupakan kewenangan PSDA Pemali Comal, namun dampak risikonya langsung dirasakan oleh warga Kabupaten Brebes, jelas   Rismanto Subkor BPBD Brebes yang mewakili Drs. Budhi Darmawan, M.Si  kepala BPBD Kabupaten Brebes 



​"Hari ini Jumat 13 Februari 2026 dari PSDA Pemali Comal telah mendatangkan sandbag (kantong pasir) dan kayu dolken untuk cerucuk. Penanganan akan difokuskan pada area sungai untuk memperkuat struktur dasar tanggul," ujar Ismawan Sekdin DPU Brebes salah satu narasumber dari pihak penanganan darurat.


​Solusi Multifungsi: Tanggul Sekaligus Jalan


​Ismawan Sekdin DPU Brebes yang mewakili Dani Asmoro, S.T., M.T. kepala DPU kabupaten Brebes, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema teknis agar penanganan ini efektif dan tahan lama. Salah satu solusi yang diadopsi adalah membangun akses jalan yang sejajar dengan tinggi tanggul.


​"Belajar dari keberhasilan penanganan di Desa Tengki, kami berencana membuat jalan setinggi tanggul. Jadi fungsinya ganda: sebagai penguat struktur tanggul agar tidak mudah terkikis, sekaligus menjadi akses jalan bagi warga," jelasnya 


​Anggaran dan Teknis Lapangan


​Untuk tahap awal, anggaran sebesar Rp 100 juta telah dialokasikan khusus untuk penanganan darurat ini. Meski bersifat sementara, DPU memastikan bahwa perencanaan tetap melibatkan konsultan untuk menghitung rekayasa teknis yang paling tepat di tengah keterbatasan anggaran.


​"Kondisi tanggul sudah sangat tipis. Prioritas kami adalah keamanan warga. Konsultan tadi sudah menghitung di lapangan agar dengan anggaran yang ada, kita bisa meminimalisir risiko kondisi yang tidak diinginkan secepat mungkin," tambahnya.


​Budaya Gotong Royong Warga


​Menariknya, penanganan ini tidak hanya mengandalkan pemerintah. Warga Desa Sidamulya , Kecamatan Wanasari menunjukkan kepedulian tinggi dengan turun langsung bergotong royong sejak hari pertama.


​Selain bantuan tenaga dari warga, berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah) juga berbagi peran dalam penyediaan material. PSDA dan DPU bersinergi menyediakan material tanah urug, sementara pihak lain menyiapkan kayu dolken untuk memperkokoh tanggul yang kritis tersebut.


Reporter Teguh 

Kemegahan Trembesi Raksasa dan Jati Spanyol: Menengok Dapur Produksi Furnitur Premium Jepara


Kemegahan Trembesi Raksasa dan Jati Spanyol: Menengok Dapur Produksi Furnitur Premium Jepara


Kabupaten Tegal– delikjatengnews.com - Industri furnitur kayu solid terus membuktikan kelasnya sebagai primadona dekorasi hunian mewah. Di pusat produksi debong Wetan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, Surono pemilik usaha mempunyai deretan koleksi terbaru mulai menampakkan wujudnya, menonjolkan perpaduan antara material masif dan desain internasional yang elegan.



​Meja Trembesi: Raksasa 4 Meter yang Solid 


​Salah satu yang mencuri perhatian dalam pengerjaan kali ini adalah penggunaan material kayu trembesi dengan dimensi yang luar biasa. Bukan sekadar meja biasa, furnitur ini dirancang untuk mengisi ruang-ruang luas yang membutuhkan titik fokus (focal point) yang kuat.


​Spesifikasi teknis meja ini mempertegas kesan kokohnya:


​Panjang: 4 meter (ideal untuk meja perjamuan atau ruang rapat besar).


​Lebar: Dinamis, berkisar antara 50 cm hingga 1 meter pada bagian utamanya.


​Ketebalan: Menggunakan bilah kayu solid setebal 10 cm, menjamin ketahanan jangka panjang, dengan harga jual sampai Rp 60 juta


​Sentuhan Eropa dalam Formasi Jati


​Tak hanya trembesi, material kayu jati tetap menjadi standar emas. Berdasarkan pantauan di lokasi, para perajin tengah menyelesaikan set kursi dengan formasi lengkap 3-2-1 (tiga dudukan, dua dudukan, dan satu dudukan).


​Yang menarik, koleksi jati ini mengusung tajuk "Model estetik dan terbaru ". Meski desainnya tampak modern, penggunaan jati asli memberikan sentuhan klasik yang tetap relevan. Gaya Model estetik dan terbaru, ini diprediksi akan menjadi tren baru bagi konsumen yang menginginkan furnitur kayu jati namun tetap tampil dengan siluet yang lebih segar dan internasional.


​Suasana Produksi yang Intensif


​Nuansa di lokasi produksi terasa sangat hidup. Di sela-sela percakapan mengenai spesifikasi bahan, terdengar riuh suara benturan kayu dan dentum alat kerja yang ritmis. Suasana ini menggambarkan proses pengerjaan yang intens dan teliti demi memastikan setiap sambungan kayu presisi dan kualitas finishing tetap terjaga.


​Kombinasi antara ukuran yang masif dan desain yang up-to-date mempertegas posisi furnitur kayu solid sebagai investasi estetika yang tak lekang oleh waktu bagi pecinta hunian kokoh dan berkelas, suruh Membuka harga dari harga 5 juta rupiah, dan bisa pesan di nomor HP 0823-2734-0692


Reporter Teguh 

Tuesday, February 10, 2026

Pilar Keempat yang Terabaikan: Kritik Tajam PWIRI Terhadap "Tembok" Birokrasi di Brebes


Pilar Keempat yang Terabaikan: Kritik Tajam PWIRI Terhadap "Tembok" Birokrasi di Brebes


Brebes, - delikjatengnews.com - Akses informasi dan etika pelayanan publik terhadap insan pers di Kabupaten Brebes kini berada dalam sorotan tajam. Ketua Persatuan Wartawan Informasi Reformasi Indonesia (PWIRI) Kabupaten Brebes, Bang Silaban, mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait hambatan birokrasi yang dinilai mencekik kemerdekaan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Kritik Atas Etika Pelayanan: "Fenomena Pintu Tertutup"

Dalam sebuah diskusi hangat, Silaban hari Selasa 9 Februari 2026 menyoroti fenomena "pintu tertutup" yang seolah menjadi standar baru di lingkungan pemerintahan daerah. Ia menyayangkan sikap staf, ajudan, hingga petugas keamanan yang kerap kali menjadi tameng birokrasi dengan dalih administratif: "Sudah janjian atau belum?"

Menurut Silaban, pertanyaan tersebut bukan sekadar prosedur, melainkan penghambat transparansi.

"Harusnya tamu, siapa pun itu orangnya, wajib dilayani dengan setara. Baik itu petani, pengusaha, rakyat kecil, maupun orang kaya. Jangan pilih-pilih! Pelayanan publik yang tebang pilih menunjukkan kegagalan birokrasi dalam memahami tanggung jawab keterbukaan informasi," tegas Silaban dengan nada lugas.

Kontradiksi Predikat Kabupaten Terbuka

Diskusi tersebut membedah bagaimana prosedur "wajib janjian" berbenturan keras dengan semangat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Ironisnya, kendala ini justru paling dirasakan di instansi strategis seperti Sekretariat Daerah (Sekda) hingga Kantor Pelayanan Terpadu (KPT).

"Sangat ironis. Brebes sering disebut sebagai salah satu kabupaten yang terbuka, namun realitas di lapangan justru menyimpang dari prinsip pilar keempat demokrasi," ujar salah satu peserta diskusi. Ia membandingkan akses di lembaga legislatif (DPRD) atau yudikatif (Kejaksaan Negeri) yang dirasakan jauh lebih kooperatif dibandingkan barisan eksekutif di lingkungan Pemkab Brebes.

Mengembalikan Marwah Jurnalistik

Selain mengkritik teknis pelayanan, Silaban juga menyinggung minimnya atensi Pemerintah Daerah terhadap momentum besar seperti Hari Pers Nasional (HPN). Hal ini dianggap sebagai indikator rendahnya apresiasi pemerintah terhadap peran jurnalis.

Sebagai nahkoda baru PWIRI Brebes, Silaban berkomitmen untuk mengembalikan wibawa jurnalis di mata pejabat publik. Ia menegaskan bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan amanat konstitusi yang posisinya sejajar dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

"Kenapa dibilang wartawan? Karena kita menulis fakta untuk publik. Jika akses ditutup, maka informasi menjadi gelap. Pejabat harus sadar bahwa menutup pintu bagi wartawan berarti menutup hak rakyat untuk tahu," pungkasnya.

Intisari Kritik PWIRI:

Rigiditas Birokrasi: Akses bertemu Sekda dan jajaran asisten yang terkesan eksklusif dan dipersulit.

Standar Ganda Pelayanan: Dugaan praktik pilih kasih dalam melayani tamu berdasarkan status sosial atau kepentingan.

Paradoks Transparansi: Adanya jurang lebar antara predikat "Kabupaten Terbuka" dengan praktik lapangan yang menutup diri dari pengawasan pers.

Sementara itu Bupati Brebes melalui Kepala Dinas komunikasi informasi dan Kehumasan Kabupaten Brebes Dr. Warsito Eko Putro, S.Sos, M.Si menjawab bahwa dia berterima kasih dengan saran dan kritikannya.

Monday, February 9, 2026

Semangat Pramuka Siaga untuk Menjadi Generasi yang Cerdas dan Berkarakter

SI CAKAP: Semangat Pramuka Siaga untuk Menjadi Generasi yang Cerdas dan Berkarakter


Pesta Siaga Binwil Pekalongan secara resmi dibuka oleh Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Brebes.

Brebes,delikjatengnewsnews.com - Pendopo Kabupaten Brebes berubah menjadi ruang ceria penuh tawa dan semangat saat ratusan Pramuka Siaga dari berbagai daerah di Binwil Pekalongan berkumpul. Lewat Pesta Siaga Binwil Pekalongan, anak-anak diajak belajar, bermain dan bersahabat dalam suasana yang hangat, edukatif dan menyenangkan, sejalan dengan tema SI CAKAP yakni Sehat, Inspiratif, Cerdas, Aktif, Kreatif, Arif, dan Periang yang menekankan tumbuh kembang karakter sejak usia dini.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Brebes. Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug dan penyematan tanda peserta, Sabtu (7/2/2026).

Paramitha menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan menegaskan bahwa Pesta Siaga merupakan momentum penting untuk membentuk karakter anak sejak dini melalui pendekatan yang ramah, menyenangkan, dan membangun kepercayaan diri.

“Pesta Siaga ini bukan sekadar lomba, tetapi ruang tumbuh bagi anak-anak kita. Melalui tema SI CAKAP kita ingin Pramuka Siaga tumbuh sebagai pribadi yang ceria, berani, dan memiliki nilai-nilai kehidupan,” ujarnya.

Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan, kedisiplinan, cinta tanah air, serta kecakapan hidup sejak usia dini. Melalui Pesta Siaga, nilai-nilai tersebut dapat disampaikan secara alami dan menyenangkan sehingga mudah diterima oleh anak-anak.

Lebih lanjut, Paramitha menyampaikan, pendidikan kepramukaan juga membangun kesadaran moral, sosial, serta semangat kebangsaan. Hal ini menjadi bekal penting agar Pramuka Siaga tumbuh menjadi generasi yang tangguh, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan di masa depan.

Paramitha juga menyampaikan apresiasi kepada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Brebes selaku tuan rumah dan panitia penyelenggara, serta seluruh Kwartir Cabang se-Binwil Pekalongan yang telah berpartisipasi.

“Selamat mengikuti Pesta Siaga Binwil Pekalongan Tahun 2026. Ikuti seluruh kegiatan dengan gembira, jalin persahabatan, dan tanamkan semangat SI CAKAP agar kelak menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan masyarakat,” pungkasnya.

Ketua Panitia Pesta Siaga Riyanto menyampaikan, kegiatan tersebut diikuti oleh 330 Pramuka Siaga dari enam kabupaten/kota se-Binwil Pekalongan. Adapun Kwartir Cabang Kabupaten Pemalang menyatakan tidak mengikuti kegiatan tahun ini.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk karakter dan moral anak-anak melalui penanaman jiwa kepramukaan, penghayatan Tri Satya dan Dasa Dharma, serta memperkuat rasa kebersamaan dan cinta tanah air,” jelasnya.

Lanjut Riyanto, selain mengasah kreativitas dan keterampilan, Pesta Siaga juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan, sehingga nilai-nilai kepramukaan dapat tertanam kuat dalam diri setiap peserta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para Bupati dan Wali Kota selaku Ketua Mabicab se-Binwil Pekalongan, Ketua Kwartir Cabang se-Binwil Pekalongan, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Brebes beserta jajaran, para Ketua Kwartir Ranting, pembina, panitia, dewan juri, serta Pramuka Siaga dari seluruh Kwartir Cabang di wilayah Binwil Pekalongan.

Sunday, February 8, 2026

Fajar Adi Widiarso Pimpin Disbudpar Brebes, Siap Mengembangkan Pariwisata dan Kebudayaan.

Fajar Adi Widiarso Pimpin Disbudpar Brebes, Siap Mengembangkan Pariwisata dan Kebudayaan.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, bersama Wakil Bupati Brebes Wurja dan Ketua DPRD Kabupaten Brebes, M.Taufik usai melantik dan mengambil sumpah jabatan Adi Widiarso sebagai Kepala Dinas Pariwisata.

Brebes, - delikjatengnews.com -
 – Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, resmi melantik jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung pada awal Februari 2026. Salah satu sosok yang mencuri perhatian publik adalah penunjukan figur muda berprestasi, Fajar Adi Widiarso, sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Brebes.

*Komitmen untuk Maju*

Fajar Adi Widiarso langsung menegaskan komitmen penuh untuk menyukseskan visi-misi pasangan Bupati Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Wurja. “Kami siap bekerja keras dan tancap gas mendukung program unggulan Bupati dan Wakil Bupati, termasuk menyukseskan Program BESTIE sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan kebudayaan,” ujarnya.

*Digitalisasi Pariwisata dan Kebudayaan*

Dalam rencana kerjanya, Fajar Adi Widiarso akan memprioritaskan dan menekankan pentingnya digitalisasi kebudayaan dan pariwisata. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan promosi destinasi wisata Brebes hingga ke mancanegara, sekaligus memperkuat basis data sektor pariwisata agar lebih akurat dan terintegrasi.

*Pengembangan Sport Tourism*

Fajar Adi Widiarso juga ingin mengembangkan sport tourism sebagai daya tarik baru di Brebes. Beberapa agenda yang disiapkan antara lain event trail run di kawasan wisata alam Kaligua, Waduk Penjalin, dan Waduk Malahayu.

*Kerja Sama dengan Pihak Lain*

Pengembangan desa wisata, revitalisasi event budaya, serta kolaborasi dengan pelaku UMKM dan komunitas olahraga juga menjadi bagian dari strategi Disbudpar Brebes di bawah kepemimpinan Fajar Adi Widiarso.

*Harapan Bupati*

Bupati Paramitha Widya Kusuma menekankan bahwa jabatan yang diberikan adalah amanah besar untuk melayani rakyat. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik, termasuk para pimpinan muda, untuk bekerja nyata dan tidak mempersulit urusan masyarakat.

*Kesimpulan*

Dengan kepemimpinan Fajar Adi Widiarso, diharapkan sektor pariwisata Kabupaten Brebes dapat bertransformasi menjadi lebih modern dan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal melalui inovasi berbasis teknologi. (Toip/adi)

Friday, February 6, 2026

Lantik Jajaran 9 Pejabat, Bupati Brebes Tegaskan Jangan Lamban Melayani Rakyat


Lantik Jajaran Pejabat, Bupati Brebes Tegaskan Jangan Lamban Melayani Rakyat

Brebes,delikjatengnews.com - Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, MM melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, tiga Pejabat Administrator, jajaran Direksi Perumda Air Minum Tirta Baribis, serta Ketua dan Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Pendopo Brebes, Kamis (5/1/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Paramitha menegaskan agar seluruh pejabat yang dilantik meninggalkan pola kerja lama yang lamban, birokratis, dan tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Tinggalkan pola lama yang lamban, birokratis, dan tidak menyentuh kebutuhan masyarakat. Jangan lamban dalam bekerja. Rakyat menunggu kehadiran kita,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari kemudahan akses layanan kesehatan, dukungan bagi petani, pendidikan yang layak, hingga perlindungan bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.

Bupati Paramitha juga menyoroti peran strategis Perumda Air Minum Tirta Baribis sebagai penyedia kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, air bersih merupakan hak dasar yang harus dipenuhi melalui kepemimpinan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan berkelanjutan.

“Air bersih bukan sekadar layanan, tetapi hak dasar masyarakat. Karena itu dibutuhkan kepemimpinan yang profesional dan benar-benar berorientasi pada pelayanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Paramitha menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan ditentukan oleh atasan, melainkan oleh masyarakat yang merasakan langsung manfaat kinerjanya.

“Bekerjalah dengan sebaik-baiknya dan berikan hasil terbaik. Bukan saya yang menilai, tetapi rakyat Brebes,” katanya.

Terkait visi Brebes Beres, Paramitha menegaskan bahwa visi tersebut merupakan janji bersama yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, empati, dan keberpihakan pada masyarakat.

“Jabatan bisa menjadi jalan pengabdian, bukan sekadar rutinitas. Jika bekerja dengan hati, birokrasi bukan hanya mesin administrasi, tetapi juga ladang amal,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Paramitha juga menyampaikan harapan kepada jajaran pengurus Baznas Kabupaten Brebes periode 2026–2031 agar mengedepankan integritas, transparansi, dan tanggung jawab dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah guna mendukung pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat.

Acara pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Brebes Wurja, SE, Ketua DPRD Brebes M. Taufiq, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Dr. Tahroni, M.Pd., para kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.

Daftar Pejabat yang Dilantik

Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama:

Juwita Asmara, S.Pd., M.Pd. – Kepala DPMPTSP

Cecep Aji Suganda, AP., M.Si. – Kepala Badan Kesbangpol

Nurjanto, S.Pd.SD – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

Hendri Adi Komara, S.Pt., M.Pt. – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si. – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Imam Baehaqi, S.H. – Kepala Dinas Sosial

Eni Listiana, S.IP., M.A.P.C – Kepala DP3AP2KB

dr. Heru Padmonobo, M.Kes. – Kepala Dinas Kesehatan

drg. Adhi Supriadi, M.Kes. – Direktur RSUD Brebes Kelas B

Pejabat Administrator:

Akhmad Sodikin, AP., M.Si. – Camat Tanjung

Kris Ardianty Trisnawati, S.E., M.M. – Kepala Bagian Keuangan RSUD Brebes

Erwin Hermawan, S.Si. – Kepala Bidang Industri Logam, Sandang dan Aneka Disperinaker

Direksi Perumda Air Minum Tirta Baribis:

Fanny Shandra Desatian, SE – Direktur Utama

Joko Supriyatno, SE – Direktur Teknik

Baznas Kabupaten Brebes Periode 2026–2031:

Ketua: Mahali

Wakil Ketua I: Nursidik

Wakil Ketua II: Munsip

Wakil Ketua III: Asep Aonilah

Wakil Ketua IV: Gus Mujib

Rep ( Toip/adi )


Sunday, February 1, 2026

Lima nama Terpilih Jadi Pimpinan BAZNAS Kabupaten Brebes terpilih untuk Masa Kerja 2026–2031.

Lima nama  Terpilih Jadi Pimpinan BAZNAS Kabupaten Brebes terpilih untuk Masa Kerja 2026–2031. 

Brebes - Proses seleksi telah dilakukan sejak Oktober 2025 melalui serangkaian tahapan yang dipublikasikan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes. 

Dengan surat dari sekretariat daerah kabupaten Brebes Nomor  400/122/1/2026  tertanggal 27 Januari 2026 An. SEKRETARIS DAERAH
, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Brebes Sunandi, SE, M.Si
memanggil ke-5 nama diantaranya:

Mahali, M.Pd., Ahmad Munsip, M.Pd. (sebelumnya tercantum dalam Hasil Seleksi Administrasi sebagai Ahmad Munsif).
H. Nursidik, S.Pd. , H. Mujib Shodiq Sukhaimi  , M. Asep Aonillah, S.Ag. 

Sesuai rencana, mereka akan dilantik pada 6 Februari 2026 setelah mendapatkan rekomendasi resmi dari BAZNAS RI. Pimpinan baru ini akan menggantikan pengurus periode sebelumnya guna mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di wilayah Kabupaten Brebes. 

Setelah dilatih menjadi Pimpinan BAZNAS Kabupaten Brebes periode 2026–2031 membawa fokus pada penguatan ekonomi mustahik dan respons cepat terhadap isu sosial. Berdasarkan program yang telah berjalan dan rencana strategis ke depan, berikut adalah detailnya:

1. Program Kerja Unggulan

BAZNAS Brebes menitikberat pada pemberdayaan produktif agar mustahik dapat menjadi mandiri:

Pemberdayaan Ekonomi (Z-Tea & UMKM): Pendirian outlet minuman seperti Z-Tea sebagai model usaha mikro bagi warga kurang mampu.

Eco-Pesantren: Program penguatan lingkungan dan kemandirian ekonomi berbasis pesantren.

Brebes Cerdas & Sehat: Penyaluran beasiswa pendidikan (seperti Beasiswa Cendekia) dan bantuan alat kesehatan seperti kursi roda serta tangan/kaki palsu.

Tanggap Darurat: Penyaluran logistik dan makanan siap saji bagi korban bencana di wilayah Brebes (seperti banjir di Bumiayu atau Siandong). 

2. Tata Cara Pengajuan Bantuan

Secara umum, prosedur pengajuan bantuan ke BAZNAS Brebes mengikuti alur resmi berikut:

Dokumen yang Wajib Disiapkan:

Surat Permohonan: Ditujukan kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Brebes (bisa berupa proposal singkat).

Dokumen Identitas: Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Keterangan Tidak Mampu: Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) asli dari Desa/Kelurahan setempat.

Dokumen Pendukung:

Kesehatan: Surat keterangan sakit/tagihan biaya rumah sakit.

Ekonomi: Surat Keterangan Usaha (SKU) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pendidikan: Surat keterangan aktif sekolah/kuliah dan rincian tunggakan biaya. 

Alur Pengajuan:

Penyerahan Berkas: Serahkan dokumen ke kantor BAZNAS Kabupaten Brebes di kompleks KPT Brebes.

Verifikasi & Survei: Petugas lapangan akan melakukan verifikasi faktual ke lokasi pemohon untuk memastikan kelayakan bantuan.

Persetujuan: Rapat pimpinan untuk memutuskan nominal dan bentuk bantuan.

Penyaluran: Jika disetujui, bantuan akan disalurkan melalui transfer bank atau penyerahan langsung. 

Post Unggulan

Salah seorang perangkat desa Nyaris dipecat oleh Kepala Desa Brerkat

Kasi Kesos Desa Brekat Wahyudin  Salah seorang perangkat desa Nyaris dipecat oleh Kepala Desa Brerkat Kabupaten tegal, - Wahyudin (52), per...

Postingan populer