Sejumlah warga Brekat merasa tidak Terjadi pemukulan dan penganiayaan Pada Kepala Desa Brekat.
Kabupaten Tegal - delikjaengnewSejumlah warga Desa Brekat saat ditemui di wawancarai hari Jumat 6 Maret 2026 , Syakroni , Kasmudi , Drajat , dan Jupri menyatakan tidak ada apa-apa tidak ada pemukulan dan penganiayaan yang terjadi pada Sabar Kades Brekat , Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal , dan mengenai jatuh kades sabar terjatuh sendiri bukan didorong sama orang lain , ia terjatuh karena ia jalan ada tundakan atau anak tangga dari atas ke bawah sehingga ia terjatuh sendiri ujar mereka.
Menurut Syahroni salah satu warga Desa Brekat mengatakan Ia datang hari Senin di balai desa Brekat , Kecamatan Tarub , Kabupaten Tegal dan tidak ada pemukulan dan penganiayaan sama sekali, hanya saja lurahnya agak terkesan Bernanda tinggi pada warga .
Hal senada juga disampaikan oleh Kasmudi yang juga mantan ketua RT , yang sebelumnya mengatakan sudah datang ke rukonya pak sabar pada hari Jumat, dan dilanjutkan hari Senin, mengenai pemukulan atau penganiayaan sama sekali tidak ada ujarnya.
Dikatakan Kasmudi bahwasannya iuran sampah naik dari Rp 15.000 menjadi Rp 20.000, hal itu tentu saja jadi pertanyaan, bahkan menjadi keresahan warga karena sudah dua minggu lebih sapa tidak diangkut oleh petugas sampah.
Derajat salah satu warga Brekat saat dikonfirmasi mengatakan Tidak ada anarkis dan penganiayaan sama sekali , kita hanya datang mau mengklarifikasi terkait masalah sampah , dan waktu itu kami di balai desa , melihat bahwa pak Sabar Kades berkat la mau ke kabupaten,
Sementara melalui media harian lokal Tegal dikatakan bahwa Kepala Desa sabar sudah melaporkan terkait penganiayaan dan pemukulannya, sembari menunjukkan bukti laporannya dalam media tersebut.



No comments:
Post a Comment