Lumpuh Akibat Banjir, Warga Kaligangsa dan Krandon Andalkan Dapur Umum Swadaya
Tegal, – delikjatengnews.com - Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Tegal sejak Selasa lalu mengakibatkan dua desa, yakni Desa Kaligangsa dan Desa Krandon, terendam banjir. Hingga Kamis (1/1), air masih menggenangi pemukiman warga dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Di tengah kondisi sulit tersebut, semangat gotong royong warga justru menguat. Pantauan di lapangan menunjukkan warga secara mandiri mendirikan dapur umum untuk memastikan kebutuhan pangan para korban terdampak tetap terpenuhi.
Gotong Royong Nasi Ponggol
Salah satu warga RW 05 Kaligangsa, Imam Rosadi , menuturkan bahwa dapur umum yang berlokasi di musholla dan sisi selatan desa merupakan inisiatif murni dari masyarakat.
"Semua warga silakan, boleh ambil nasi di sana. Yang urunan ya warga, yang buat nasi ponggol juga warga, nanti dibagikan ke warga lagi," ujar Imam saat ditemui di lokasi banjir, Kamis.
Menariknya, menu yang disediakan adalah nasi ponggol, kuliner khas lokal yang menjadi penyambung hidup warga selama akses keluar desa terputus. Dana operasional dapur umum ini dikumpulkan secara swadaya dari kas musholla dan donasi masyarakat sekitar, ditambah bantuan logistik dari pihak kecamatan dan rekan-rekan relawan.
Ribuan Bungkus Terdistribusi
Kebutuhan akan makanan siap saji melonjak drastis sejak puncak banjir terjadi. Menurut Imam, jumlah bantuan makanan yang dibagikan mencapai angka yang cukup besar.
Produksi: Satu titik dapur umum mampu menghabiskan 800 hingga 900 bungkus nasi per hari.
Total Estimasi: Dengan adanya dua titik dapur umum, sekitar 1.800 bungkus nasi ponggol didistribusikan setiap harinya ke rumah-rumah warga.
"Sangat terbantu, karena mau ke mana-mana susah. Air masih tinggi," tambah Imam yang mengaku kondisi kesehatannya pun mulai menurun akibat terpapar air banjir selama tiga hari terakhir.
Harapan Warga
Meski bantuan dari tingkat kecamatan sudah mulai masuk, warga berharap adanya perhatian lebih terkait kondisi kesehatan dan percepatan penanganan genangan agar aktivitas dapat kembali normal. Saat ini, warga masih bersiaga di posko-posko mandiri sambil terus memantau debit air.

Comments
Post a Comment